Tempat wisata merupakan salah satu destinasi yang sangat bagus untuk menghilangkan penat. Apalagi jika berwisata bersama keluarga tercinta, pasti memorable banget! Tapi saat ini banyak sekali tempat wisata tutup permanen dan terbengkalai karena berbagai faktor, seperti bangkrut karena pandemi, alih-fungsi, dan lain-lain. 

Tutupnya tempat wisata tersebut tentu membuat para penggemarnya kecewa karena sudah tidak bisa menikmatinya lagi. Kira-kira tempat wisata mana saja yang tutup dan terbengkalai? Langsung scroll ke bawah ya!

1. Depok Fantasi Waterpark

Di daftar pertama ada tempat wisata air pertama di Depok yaitu Depok Fantasi Waterpark atau Aladin Waterpark. Tempat wisata tersebut sudah berdiri sejak tahun 2008 dan terlihat ramai pengunjung. Apalagi saat awal pembukaan, warga Depok sangat senang karena lokasi tersebut menjadi tempat wisata air pertama di kota tersebut. 

Tapi saat pandemi Covid-19 menyerang, tiba-tiba Depok Fantasi Waterpark sepi pengunjung. Kondisi tersebut membuat tempat wisata air ini tutup permanen dan beralih-fungsi menjadi kawasan perumahan. Salah satu pedagang kaki lima dekat Waterpark, Rahmat menjelaskan, “Kalau mulai tutupnya sih sejak pandemi (Covid-19), ya sekitar satu-dua tahun terakhir.”

“Sebab, pada saat pandemi, para pengunjung mulai jarang ke sini, dari yang tadinya ramai tiba-tiba jadi sepi. Jadi, mungkin alasan itu Waterpark Aladin ini ditutup,” ungkap Rahmat. Salah satu pemilik toko kelontong dekat Depok Fantasi Waterpark juga mengatakan, “Ya tutupnya karena dampak virus corona.”

2. Kolam Renang Tjihampelas Bandung

Tempat wisata terbengkalai selanjutnya adalah Kolam Renang Tjihampelas Bandung. Tempat wisata air ini termasuk kolam renang pertama di Indonesia peninggalan Belanda. Awalnya, tempat wisata air ini berupa kolam ikan, lalu dirombak menjadi kolam renang untuk warga Belanda dan dibuka pada 1917.

Sejak pertama kali dibuka, kolam renang tersebut hanya dapat dikunjungi khusus untuk penjajah Belanda saja, sedangkan warga Indonesia dilarang masuk. Namun setelah proses negosiasi, akhirnya lokasi tersebut boleh dimasuki oleh warga Indonesia. 

Menariknya lagi, kolam renang tersebut telah mencetak atlet profesional yang mampu bersaing sampai ke level nasional dan internasional. Beberapa nama atlet terkenal alumninya adalah Pet Stam asal Belanda serta Susanti Wangsawiguna dan Wijaya Aulia asal Indonesia. Bahkan beberapa klub renang juga terlahir dari kolam renang ini yaitu Bandoengse Zwembond, Osvia, Mulo, Kweekschool dan Aquarius.

Namun sayang sekali, pada akhir tahun 1950-an kolam Kolam Renang Tjihampelas Bandung terbengkalai karena penyebab yang tidak jelas. Ada yang mengatakan bahwa tim manajemen sudah bangkrut, ganti pengurusan, dan lain-lain. Sedangkan di akhir 2010, lokasi ini akhirnya mulai dirawat namun beralih-fungsi menjadi hotel di jalan Cihampelas Belakang, nomor 10.

3. Kolam Renang Kampung Toga Sumedang

Di daftar ketiga ada Kolam Renang Kampung Toga Sumedang. Kolam renang ini berdiri sejak sekitar tahun 2014. Kolam renang ini menjadi sangat ramai karena suasana alam dipadu dengan wisata air yang menyegarkan. Namun sayang, pada sekitar tahun 2020 tempat wisata air ini tutup permanen karena bangkrut sebagai dampak pandemi Covid-19. 

Pengakuan itu disampaikan oleh mantan pegawai Kolam Renang Kampung Toga Sumedang bernama Alim. Dia menjelaskan, “Memang dulu, waktu masih dibuka untuk umum, kolam renang ini selalu ramai pengunjung. Waktu di masa jayanya selalu banyak yang datang karena memang lengkap fasilitasnya termasuk kolam renang. Namun kini, kondisinya sudah tidak lagi aktif, mungkin karena pandemi.”

Alim juga menjelaskan bahwa sejak ditutup, Kolam Renang Kampung Toga menjadi angker dan sering muncul penampakan karena saat masih aktif, tempat wisata air itu menelan 3 korban jiwa yang meninggal di area kolam renang dan luar kolam renang. Dia mengatakan bahwa aura negatif di lokasi tersebut sangat besar.

4. Snowbay Waterpark Jakarta

Apakah anda pernah berwisata ke Snowbay Waterpark Jakarta di Taman Mini Indonesia Indah? Kalau pernah, pasti tahu deh patung ikan paus yang ikonik dan seluncuran yang seru banget. Snowbay Waterpark didirikan pada sekitar tahun 2008. Awalnya, tempat wisata ini dibuka untuk rekreasi petualangan berkonsep salju, tapi selanjutnya berubah menjadi wisata air. 

Namun tampaknya 2020 menjadi tahun kematian bagi tempat wisata air seperti Depok Fantasi Waterpark, Kolam Renang Kampung Toga, dan juga Snowbay Waterpark Jakarta. Tidak hanya itu saja, Taman Mini Indonesia Indah juga terkena dampak namun masih bisa bertahan dan melakukan revitalisasi. Akan tetapi, Snowbay Waterpark alih-fungsi menjadi lahan parkir. 

5. Kampung Gajah Wonderland Bandung

Selanjutnya ada Kampung Gajah Wonderland yang berlokasi di Bandung. Tempat wisata ini identik dengan patung gajah yang besar dan ikonik dengan pemandangan sekitar yang menyegarkan. Tempat wisata air ini sangat luas sekali, sekitar 60 hektar dan didirikan pada sekitar tahun 2010. 

Namun sayang sekali, Kampung Gajah Wonderland Bandung bangkrut pada tahun 2018 dan tutup permanen. Perusahaan yang menaungi tempat wisata ini bangkrut karena harga tiket terlalu mahal dan kendala operasional. Saat ini, kondisi Kampung Gajah Wonderland terbengkalai dan dipenuhi ilalang liar, kotor, dan gelap. 

6. Carnival Park Surabaya

Pada daftar terakhir ada Carnival Park Surabaya atau lebih dikenal dengan Suroboyo Carnival Park. Saat pertama kali buka tahun 2014, tempat wisata ini ramai pengunjung karena dipenuhi wahana menarik dan seru. Namun beberapa tahun sebelum tutup permanen, banyak pengunjung mengeluh hanya sedikit wahana yang beroperasi. 

Usut punya usut, ternyata Suroboyo Carnival Park tidak dikelola lagi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, melainkan pihak swasta. Akhirnya, pandemi Covid-19 memaksa tempat wisata ini untuk tutup permanen karena pengunjung yang terus menurun. Saat ini, tempat wisata ini sudah hampir rubuh, tersisa bangunan bertuliskan Suroboyo Carnival Park dan satu bianglala.

By news