Pernahkah
Anda membayangkan seperti apa kehidupan di zaman purba atau prasejarah? Pasti
menakjubkan ya mengetahui bentuk dan aktivitas hewan purba saat itu. Namun
jangan salah, di masa sekarang ini Anda juga bisa menikmati pesona hewan purba
lho! Kali ini kami akan menghadirkan 6 hewan purba yang masih ada hingga
sekarang. So, ada hewan apa saja ya? Cek daftarnya di bawah ini!

1. Komodo

Daftar
pertama pada 6 hewan purba yang masih ada hingga sekarang adalah komodo. Apakah
Anda tahu sejak kapan komodo hidup? Ya, satwa bernama latin Varanus Komodoensis diperkirakan hidup
sekitar 40 juta tahun yang lalu. Saat ini, ada sekitar 4.000 – 5.000 ekor
komodo yang hidup di pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami
di Nusa Tenggara Timur, Indonesia.

Hewan yang
juga disebut Ora oleh penduduk lokal ini kabarnya memiliki ribuan bakteri di
air liurnya, sehingga mangsanya bisa langsung lumpuh dan lemah tidak berdaya
saat terkena gigitannya. Tidak tanggung-tanggung, reptil ini bisa berlari
hingga 19 km/jam dan suka memangsa hewan bertubuh lebih besar darinya seperti
rusa, babi liar, bahkan kerbau. Jika Anda bertemu dengan komodo yang lagi
kelaparan, lebih baik lari sekuat tenaga ya!

Lalu
tahukah Anda bahwa komodo pertama kali ditemukan oleh penjelajah Eropa pada
tahun 1910? Ya, penjelajah tersebut menyampaikan kabar tersebut ke Direktur
Museum Zoologi Bogor bernama Pieter Antonie Ouwens. Pria asal Belanda itu
membuat jurnal ilmiah berjudul ‘On a
Large Varanus Species from an Island of Komodo
‘. Akibatnya, nama komodo
menjadi dikenal dunia.

Sejak
tahun 1980, Taman Nasional Komodo didirikan untuk melindungi habitat komodo.
Karena aksi tersebut, UNESCO menyebut taman tersebut sebagai Situs Warisan
Dunia UNESCO. Jadi ingin berwisata ke Taman Nasional Komodo deh!

2. Hiu Goblin

Jika Anda
suka menonton animasi Jepang atau anime, mungkin Anda tidak asing dengan wajah
hiu goblin ya. Betul banget, wajah hiu ini mirip dengan tengu, makhluk
legendaris asal Jepang. Saking miripnya, rakyat Jepang memberi nama hiu tengu
atau dalam bahasa Jepang tengu-zame.

Hiu goblin
ditemukan pertama-kali di lepas pantai Jepang pada tahun 1898. Namun sebenarnya
hiu ini memiliki habitat di berbagai laut dalam di 3 samudra utama yaitu
Samudra Pasifik, Samudra Hindia, dan Samudra Atlantik. Selain dijuluki sebagai
hiu tengu, dia juga sering disebut hiu vampir karena membenci sinar matahari.

Lalu
mengapa hiu goblin termasuk dalam daftar 6 hewan purba yang masih ada hingga
saat ini? Karena hewan ini sudah ada sejak 125 tahun yang lalu lho!
Sampai-sampai, hiu berwajah seram ini diberi julukan ‘fosil hidup’.

Selain
itu, hiu goblin juga memiliki kemampuan yang super unik. Mulut dan rahangnya
bisa terlontar keluar hingga sejauh 3 meter! Wow, jauh banget jangkauannya.
Mungkin jurus rahasia itu tercipta karena hiu goblin tergolong lambat dalam
berenang. Siripnya yang kecil dan badannya yang lembek membuatnya tidak bisa
berenang secepat ikan lainnya.

3. Echidna

Hewan satu
ini dapat ditemui di dataran Papua dan Australia. Dari hasil penelitian,
echidna sempat bergabung dalam keluarga platypus, namun berevolusi menjadi
hewan darat sejak 19 – 48 juta tahun lalu. Nama echidna terinspirasi dari
mitologi Yunani yaitu manusia setengah ular. Karena dia terlihat seperti
gabungan antara mamalia dan reptil.

Echidna
pertama kali ditemukan pada tahun 1901 dan umumnya ada 2 jenis yaitu moncong
pendek (Tachyglossus) dan moncong panjang (Zaglossus). Moncong pendek lebih
suka memakan semut dan rayap, sedangkan moncong panjang terbiasa memangsa
cacing tanah dan larva serangga.

Saat ini,
habitat echidna di Papua terancam punah karena kerusakan alam dan sering
menjadi konsumsi penduduk lokal. Sedangkan di Australia masih cukup banyak
habitat echidna yang ditemukan. Semoga Indonesia segera membuat cagar alam
untuk hewan lucu ini ya!

4. Platypus

Pada
daftar kelima dari 6 purba yang masih hidup hingga sekarang adalah platypus.
Menurut para peneliti, hewan ini sudah ada sejak 170 juta tahun lalu. Tahukah
Anda bahwa platypus sempat membingungkan para peneliti di tahun 1799? Hal itu
disebabkan karena bentuknya yang unik dan tidak biasa. Yang lebih unik lagi,
hewan ini bertelur tapi menyusui anaknya!

Meskipun
berkembang biak dengan bertelur, tapi platypus tergolong sebagai mamalia karena
menyusui anaknya. Kerennya lagi, dia tidak punya payudara, jadi susunya keluar
dari seluruh tubuhnya dan terkumpul di daerah perutnya. Jadi kalau Anda tanya
hewan apa yang menyusui di perut? Platypus jawabannya.

Hewan imut
ini sering dijumpai di bagian timur benua Australia dan telah dilestarikan oleh
beberapa negara. Meskipun berbentuk imut dan lucu, tapi Anda wajib waspada
kalau menjumpai platypus jantan. Taji di pergelangan kaki platypus jantan
mengandung racun yang cukup berbahaya. Meskipun tidak menyebabkan kematian,
tapi sebaiknya Anda tetap berhati-hati ya.

5. 
Alligator Snapping Turtle

Kura-kura
memang hewan yang sudah ada sejak zaman purba. Namun kali ini kami akan
memasukkan alligator snapping turtle di daftar kelima, karena memiliki sejarah
fosil yang cukup panjang dan diperkirakan sudah hidup sejak 66 – 72 juta tahun
yang lalu. Dari bentuk badan dan tubuhnya, alligator snapping turtle sudah
kelihatan seperti fosil hidup ya!

Selain
itu, hewan purba ini tergolong kura-kura air tawar terberat di dunia karena
bisa mencapai 180 kg. Habitatnya menyebar di perairan Amerika Serikat Tenggara,
Lowa Tenggara, Missouri, Illinois Barat, Tennessee Timur, Kentucky Barat,
Indiana Selatan, hingga Kansas Utara dan Tenggara.

Oh iya,
Anda wajib berhati-hati jika bertemu dengan kura-kura ini. Alligator Snapping
Turtle mudah marah dan kalau kena gigitannya, bisa-bisa terjadi pendarahan yang
cukup serius. Lebih buruknya lagi, jari Anda bisa putus. Jadi jika Anda
kebetulan bertemu dengannya, cukup pandang dari jauh saja. Dan satu lagi, hewan
ini termasuk dalam daftar merah IUCN. So, jika Anda berniat memelihara hewan
ini namun tidak tahu caranya, lebih baik jangan.

6. Coelacanth

Pada
daftar terakhir, kami akan menyajikan ikan legendaris yang telah ada di dunia
sejak 400 juta tahun lalu, yaitu Coelacanth. Memiliki nama ilmiah coelacanthiformes, hewan ini sempat
dikira punah hingga ditemukan pada tahun 1938 oleh sebuah kapal nelayan tidak
sengaja menangkap Coelacanth di Samudra Hindia.

Ikan
raksasa ini dapat ditemui di Samudra Hindia dan perairan Indonesia, tepatnya di
sekitar pulau Sulawesi. Penduduk Sulawesi memberinya julukan ikan raja laut.

Coelacanth
tergolong hewan nokturnal karena tidur di siang hari dan berburu di malam hari.
Selain itu, coelacanth memiliki rahang yang unik karena bisa terbuka sangat
lebar untuk menelan mangsa yang berukuran besar. Gigitannya juga sangat
mematikan dan dapat meremukkan tulang.

Berdasarkan informasi dari IUCN, coelacanth termasuk hewan yang berstatus konservasi kritis dan beresiko punah. Maka jika Anda secara tidak sengaja memancing coelacanth, sebaiknya lepaskan saja ya.

By news